Iklan

Gubernur dan Kepala Daerah Agar Lebih Padu

Senin, 09 September 2019, September 09, 2019 WIB Last Updated 2026-04-20T02:30:32Z


BANDUNG – Program pembangunan di Jawa Barat selama satu tahun pertama kepemimpinan Gubernur Ridwan Kamil dan Wakil Gubernur Uu Ruzhanul Ulum terkesan lebih banyak pencitraan. Selain itu porsi wakil gubernur juga sangat minim dan terlihat hanya sebagai ban serep saja.
Anggota DPRD Jawa Barat (Jabar), Daddy Rohanady mengungkapkan hal itu, Minggu (8/9) terkait setahun kinerja Pemprov Jabar selama satu tahun di bawah kepemimpinan Gubernur ridwan kamil dan Wagub Uu Ruzhanul Ulum. Ia menyebutkan koordinasi antara gubernur dengan kepala daerah di wilayahnya masih belum padu dan harus lebih sinergis. Demikian juga dengan program yang digagas. Program digitalisasi dari berbagai dinas terkesan dipaksakan hanya untuk membuat senang pimpinan. Beberapa berjalan baik, namun banyak juga yang asal buat aplikasi.
Program pembangunan pun menurutnya masih belum berjalan, bahkan sebagian besar baru dikerjakan memasuki bulan September ini.”Akar masalah belum tersentuh, program masih sebatas pencitraan saja. Wagub juga sepertinya hanya sebagai ban serep, acaranya seremonial terus,” katanya.
Sementara itu, Jumat pekan lalu, Gubernur Ridwan Kamil dan wakilnya Uu Ruzhanul Ulum menggelar acara Informal singkatan dari Informasi Kang Emil (sebutan akrab gubernur) memperingati setahun kepemimpinan mereka di Jawa Barat.
Berbagai program dan keberhasilan disampaikan dalam acara tersebut, yang dihadiri sejumlah anggota DPRD Jabar dan tokoh masyarakat serta wartawan.
“Istilahnya kami ini sedang bercocok tanam, jadi belum semuanya bisa dipanen tapi ada juga yang sudah bisa dipanen,” kata Emil.
Ia menegaskan hasil kerjanya itu baru akan terasa di tahun ketiga. Tahun pertama membangun fondasi, tahun kedua mengakselerasi, dan tahun ketiga meraih hasilnya.
Lebih dari 500 desa di Jabar sudah naik status dari desa berkembang menjadi maju, bahkan sudah tidak ada lagi desa berstatus sangat tertinggal. “Kami banyak menolong desa dengan program One Village One Company (OVOC), Desa Wisata, dan Desa Digital,” kata gubernur.
Ia mengakui bahwa salah satu permasalahan di Jawa Barat adalah ketimpangan ekonomi perdesaan dan perkotaan. Oleh karena itu, 60 persen pembangunan difokuskan di desa. “Mudah-mudahan tiap tahun sampai akhir masa jabatan saya, semua desa statusnya naik jadi mandiri,” tegasnya.
Menyoal pembangunan infrastruktur, sejumlah jalur kereta api tengah dalam proyeksi reaktivasi untuk menopang sektor pariwisata, di antaranya jalur kereta api Banjar-Pangandaran dan Bandung-Ciwidey yang menjadi prioritas.
Selain itu,ia juga mengajak masyarakat untuk memanfaatkan teknologi di era digital sehingga merasakan pelayanan yang jauh lebih baik dan cepat. Jabar Quick Response dan Jabar Sapu Bersih (Saber) Hoaks adalah bukti inovasi pelayanan Pemdaprov Jabar.
Komentar

Tampilkan

  • Gubernur dan Kepala Daerah Agar Lebih Padu
  • 0

Terkini

Topik Populer