![]() |
| Kepala BNPB Letjen Purn Doni Monardo memaparkan tentang penanganan kebakaran hutan dan lahan di Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi di Gedung BNPB, Jakarta, Senin (23/9/2019). |
JAKARTA - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB)
menyatakan sudah 50 ribu petugas yang telah membantu menangani masalah
kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatera dan Kalimantan.
"Petugas yang menangani karhutla sampai hari ini sudah mendekati 50 ribu orang, terbagi di enam provinsi, yaitu Riau, Jambi, Sumsel, Kalbar, Kalteng dan, Kalsel belum lagi sejumlah relawan yang secara kelompok ikut terlibat mungkin tidak sempat melapor ke pimpinan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD)," tutur Kepala BNPB Letjen TNI Doni Monardo di Gedung BNPB, Jakarta, Senin (23/9/2019).
Doni juga mengungkapkan, 48 helikopter sudah dikerahkan ke enam provinsi. Namun kata Doni penggunaan helikopter untuk water bombing tidak terlalu begitu efektif"Ternyata juga tidak begitu efektif karena banyak lahan-lahan yang sudah disiram menggunakan heli namun secara keseluruhan apinya belum padam," katanya.
Doni mengatakan, operasi yang telah dilakukan tim gabungan penanganan karhutla dengan menggunakan teknologi modifikasi cuaca (TMC) hujan buatan cukup siginifikan hasilnya dan terbukti pada Jumat 20 September 2019.
TMC tersebut bekerja sama dengan Mabes TNI, BPBD, BMKG, BNPB. Mabes TNI atas perintah Panglima TNI telah menugaskan beberapa unit pesawat satu unit Pesawat Hercules Lockheed Martin C-130, dua unit pesawat Cassa dan satu pesawat
"Petugas yang menangani karhutla sampai hari ini sudah mendekati 50 ribu orang, terbagi di enam provinsi, yaitu Riau, Jambi, Sumsel, Kalbar, Kalteng dan, Kalsel belum lagi sejumlah relawan yang secara kelompok ikut terlibat mungkin tidak sempat melapor ke pimpinan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD)," tutur Kepala BNPB Letjen TNI Doni Monardo di Gedung BNPB, Jakarta, Senin (23/9/2019).
Doni juga mengungkapkan, 48 helikopter sudah dikerahkan ke enam provinsi. Namun kata Doni penggunaan helikopter untuk water bombing tidak terlalu begitu efektif"Ternyata juga tidak begitu efektif karena banyak lahan-lahan yang sudah disiram menggunakan heli namun secara keseluruhan apinya belum padam," katanya.
Doni mengatakan, operasi yang telah dilakukan tim gabungan penanganan karhutla dengan menggunakan teknologi modifikasi cuaca (TMC) hujan buatan cukup siginifikan hasilnya dan terbukti pada Jumat 20 September 2019.
TMC tersebut bekerja sama dengan Mabes TNI, BPBD, BMKG, BNPB. Mabes TNI atas perintah Panglima TNI telah menugaskan beberapa unit pesawat satu unit Pesawat Hercules Lockheed Martin C-130, dua unit pesawat Cassa dan satu pesawat
